Sabtu, 27 November 2010

masuk bLOk digestive....Mengingat kembali memori lama...hheheh





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Empat proses pencernaan dasar adalah motilitas, sekresi, pencernaan, dan penyerapan. Aktivitas pencernaan diatur secara cermat oleh mekanisme-mekanisme hormone dan saraf otonom (baik intrinsic maupun ekstrinsik) yang sinergistik. Pengaturan ini untuk memastikan bahwa   makanan yang masuk disajikan secara maksimal pada tubuh untuk digunakan sebagai bahan baku atau untuk menghasiklan energy. Saluran pencernaan terdiri dari suatu saluran kontinu yang berjalan dari mulut sampai anus, dengan modifikasi local yang mencerminkan spesialisasi regional untuk menjalankan fungsi pencernaan. Lumen saluran pencernaan berhubungan langsung dengan lingkungan eksternal, sehingga isinya secara teknis berada diluar tubuh, susunan semacam ini memungkinkan tubuh mencerna makanan tanpa mencerna dirinya sendiri. (Sheerwood,2001)

B.     Rumusan Masalah
1.          Bagaimana anatomi dan histologi sistem digestivus dan organ accessorisnya ?
2.         Bagaimana mekanisme pencernaan makanan dalam tubuh ?
3.         Apa saja enzim yang membantu sistem pencernaan ?
4.         Bagaimana mekanisme tersedak ?
5.         Bagaimana mekanisme keluarnya air liur ?
6.         Apa saja kandungan makanan yang dimakan Amir?


C.    Tujuan
1.         Untuk mengetahui anatomi sistem digestivus dan organ accesorisnya
2.         Untuk mengetahui histologi sistem digestivus
3.         Untuk mengetahui mekanisme pencernaan makanan dalam tubuh
4.         Untuk mengetahui mekanisme tersedak
5.         Untuk mengetahui mekanisme keluarnya air liur
6.         Untuk mengetahui fungsi makanan bagi tubuh


D.    Manfaat  
1.         Dapat memahami anatomi sistem digestivus dan organ accesorisnya
2.         Dapat memahami histology sistem digestivus
3.         Dapat memahami mekanisme pencernaan dalam tubuh
4.         Dapat memahami mekanisme tersedak
5.         Dapat memahami mekanisme keluarnya air liur
6.         Dapat memahami fungsi makanan bagi tubuh













BAB II
STUDI PUSTAKA
1.      Anatomi dan Histologi  Sistem Digestivus
       Saluran Cerna                                
1.      Mulut ( cavum oris )
2.      Pangkal keronkongan ( faring )
3.      Keronkongan ( esofagus )
4.      Lambung ( gaster )                                 
5.      Usus halus terdiri atas :
·         Usus 12 jari  ( duodenum )
·         Usus tengah ( jejenum )
·         Usus penyerapan ( ileum )
6.      Usus besar, terdiri atas :
·         Usus tebal ( kolon )
·         Poros unus ( rektum )
7.      Anus




Komposisi dan fungsi sistem digestivus
a.       Cavum oris
Cavum oris terdiri dari :
1.      Labia
Lubang berbentuk bibir berotot, yang membantu memperoleh, mengarahkan dan menampung makanan dimulut. Bibir juga penting untuk berbicara dan sebagai  reseptor sensorik.
Terdiri atas epitel berlapis pipih, jaringan pengikat fibrolelastis dan otot. Labia dibedakan menjadi tiga, yaitu pars kutanea, pars intermedia dan pars mukosa.
2.      Palatum ( langit – langit keras )
Berbentuk atap lengkung rongga mulut, memisahkan mulut dari saluran hidung. Keberadaannya memungkinkan bernafas dan mengunyah atau mengisap berlangsung bersamaan. Dilapisi epitel berlapis pipih tanpa penandukan ( kadang – kadang dijimpai pula penandukan.
3.      Lingua ( lidah )
Yang membentuk dasar rongga mulut, terdiri dari otot rangka yang dikontrol secara volunter. Fungsinya untuk memandu makanan didalam mulut sewaktu kita mengunyah dan menelan, berperan penting untuk berbicara. Didalam lidah tertanam papil-papil pengecap (taste buds), yang juga tersebar da palatum mole, tenggorokan dan dinding dalam pipi.
4.      Gigi
Gigi merupakan alat pencernakan makana dan memotong dan menghaluskan makanan. Secara anatomis gigi dapat dijadiak korona yang tampak di atas permukaan korona ginggiva dan radix yang masuk ke dalam tulang alveolus. Bagian keras gigi yaitu email, dentim dan cementum bagian lunak gigi yaitu pulpa gigi.

Gigi ada dua macam :
·         Gigi sulung, jumlahnya ada 20 buah terdiri dari 8 buah gigi seri      ( dens insivus ), 4 buah gig taring ( dens kaninus ), dan 8 buah gigi geraham ( molare )
·         Gigi tetap ( gigi permanan) jumlahnya 32 buah, terdiri dari 8 buah gigi seri ( dens insisivus ) 6 buah gig taring ( dens kaninus ), dan 18 buah gigi geraham ( molare )
5.      Kelenjar saliva
Kelenjar saliva merupakan cairan encer yang netral ( ph 6,7 ) terdiri dari 99% air, garam mineral yaitu NaCl, mucin dan enzyme ptialin mengubah karbohidrat à maltosa
Kelenjar ludah ( saliva ) dihasilkan di rongga mulut. Di sekitar rongga mulut terdapat 3 buah kelenjar ludah yaitu ; 1) kelenjar parotis, 2) kelenjar submaksilaris, 3) kelenjar sublingualis. Kelenjar ludah disarafi oleh saraf – saraf tak sadar.
b.      Pangkal kerongkongan ( faring )
Faring merupakan orgam yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan ( esophagus ), merupakan oran berbentuk pipa dengan panjang 12 – 14 cm. terdapat refleks yang mencegah makanan masuk ke saluran pernapasan
c.       Kerongkongan ( esophagus )
Saluran yang menghubungkan antara tekak dengan lambung, panjangnya 25 cm. Esofagus terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung setelah melalui toraks menembus diafragma masuk ke dalam abdomen menyambung ke lambung. Terdapat otot polos yang berfungsi melakukan gerakan meremas dan mendorong makanan ( gerakan peristlatik ) dan mengontrol kecepatan perjalanan makanan.
d.      Lambung ( gaster )
Berbentuk seperti kantong, terletak pada rongga perut kiri atas. Terdiri dari : ( dari atas ke bawah )
·         Atas ( fundus )
·         Tengah ( korpus )
·         Bawah ( pylorus )
Di ujung lambung terdapat otot lingkar yang berbatasan dengan dengan kerongkongan dan berbatasan dengan usus halus. Berfungsi untuk mencerna dan meneruskan makanan.
e.       Usus Halus
Bagian dari sistem pencernaan makanan yang berpangkal pada pylorus dan berakhir pada sekum panjangny ± 6 m
Permukaan dinding usus halus tersusun dalam lipatan – lipatan / jonjot ( vili ), berfungsi untuk memperluas permukaan untuk memperbanyak penyerapan dan pengeluaran lendir.
Villi usus halus terbagi atas
·         Usus 12 jari ( duodenum )
Bermuara 2 saluran :
1.      Saluran empedu : dihasilkan oleh sel hati, ditampung di kantong empedu, menghancurkan lemak ( mengemulsi )
2.      Saluran getah pankreas  : getah pancreas berfungsi untuk mengubah protein menjadi asam amino, mengubah pati menjadi gula sederhana, mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, menetralkan keasaman makanan
   
·         Usus tengah  ( jejunum )
a.       Tempat pancernaan terakhir
b.      Hasil pencernaan
Karbohidrat : monosakarida dan disakaraida
Protein : asam amino
Lemak : asam lemak dan gliserol
Vitamin dan mineral : tidak mengalami pencernaan langsung diserap
·         Usus penyerap ( ileum )
a.       Sari makanan diserap
b.      Terdapat otot lingkar berfungsi mencegah makanan kembali ke usus penyerap.
f.       Usus Besar
Terdiri dari kolon, sekum, apendiks dan rectum. Kolon berfungsi untuk memekatkan dan menyimpan residu makanan yang tidak dicerna dan produk sisa empedu sampai dieliminasi dari tubuh sebagai feses.
g.      Anus
Merupakan lubang pembuangan feses, terdapat 2 sfingter ; sfingter anus eksternus (otot rangka) dan sfingter anus internus (otot polos). (Sheerwood,2001)

h.      Organ Accesoris
·         Hati
Hati / hepar adalah organ yang paling besar di dalam tubuh kita, warnanya coklat, dan beratnya ± 1½ kg. Letaknya, bagian atas dalam rongga abdomen di sebelah kanan bawah diafragma.empedu dibentuk di dalam sela – sela kecil di dalam sel hepar melalui kapiler empedu yang halus/ korekuli.
·         Kandung Empedu
Sebuah kantung berbentuk terong dan merupakan emmebran berotot, letaknya dalam sebuah lobus di sebelah permukaan di bawah hati sampai pinggir depanya, panjangnya 8 – 12 cm. lapisan empedu terdiri dari lapisan serosa/parietal, lapisan otot bergaris, lapisan dalam mukosa/viseral disebut juga membrane mukosa.


·         Pancreas
Sekumpulan kelenjar yang strkturnya sangat mirip dengan kelenjar ludah, panjangnya kira – kira 15 cm, lebar 5 cm mulai dari duodenum sampai ke limpa dan beratnya rata – rata 60 – 90 gram. Bagian pancreas yaitu kaput pancreas, korpus pancreas, dan ekor pancreas.
( Evelyn, 2000 )
2.      Mekanisme Pencernaan Makanan  Dalam Tubuh
             Empat proses pencernaan dasar adalah motilitas, sekresi, pencernaan, dan penyerapan. Mastikasi, atau mengunyah, motilitas mulut yang melibatkan pemotongan, perobekan, penggilingan dan pencampuran makanan yang masuk oleh gigi. Menelan dimulai ketika suatu bolus atau bola makanan, secara sengaja didorong oleh lidah kebagian belakang mulut menuju faring. Tekanan bolus difaring merangsang reseptor tekanan difaring yang kemudian mengirim impuls aferen ke pusat menelan di medulla. Pusat penelan kemudian secara reflex mengaktifkan serangkaian otot yang terlibat dalam proses menelan. Pusat menelan dimodula mengkoordinasikan sekelompok aktifitas yang menyebabkan penutupan saluran pernafasan dan terdorongnya makanan melalui faring dan esophagus ke dalam lambung.
Motilitas lambung adalah pengisian, penyimpanan, pencampuran, dan pengosongan lambung. Pengisian lambung dipermudah oleh relaksasi reseptif otot lambung yng diperantarai oleh saraf vagus. Penyimpanan makanan dilambung berlangsung  didaerah korpus, tempat kontraksi peristaltic yang sedemikian lemah untuk mencampur makanan karena tipisnya lapisan otot. Pencampuran makanan berlangsung diantrum yang berotot tebal akibat kontraksi peristaltic yang kuat. Pengosongan lambung dipengaruhi oleh factor-faktor dilambung maupun duodenum. Peningkatan volume dan fluiditas kimus dalam lambung cenderung mempercepat pengosongan isi lambung.
Usus halus adalah tempat utama pencernaan dan penyerapan. Motilitas usus halus yang utama, secara merata mencampur makanan dengan getah pancreas, empedu dan usus halus untuk mempermudah pencernaan. Usus besar menyerap garam dan HO, memadatkan feses. . Datangnya feses kedalam rectum memicu reflex defekasi, yang dapat secara sengaja dihentikan dengan kontraksi sfingter anus eksternus apabila saat untuk mengeluarkan feses tidak memungkinkan. Sekresi mucus yang bersifat basa dari usus besar berfungsi sebagai pelindung alamiah. (Guyton&Hall 1997)
3.      Enzim – enzim pencernaan

Organ
Enzym
Fungsi
Tempat Kerja
Glandula salivaria
amilase
Mengubah zat pati menjadi maltosa
Rongga mulut
Gaster
pepsin
Mengubah proteinàpolipeptida
Lambung

HCl
Mengubah pepsinogenà pepsin
Lambung


Mempertahankan pH 1-2



Memaikan pathogen

Hepar
garam empedu
Mengemulsi lemak
Usus halus
Pankreas
amilase
Mengubah zat patià maltosa
Usus halus

tripsin
Mengubah polipeptidaà peptida
Usus halus

lipase
Emulsi lemakà asam lemak + gliserol
Usus halus
Intestium tenue
peptidase
Mengubah peptideàasam amino
Usus halus

sukrase
Mengubah sukrosaà glukosa & fruktosa
Usus halus

maltase
Mengubah maltosa à glukosa
Usus halus

laktase
Mengubah laktosaà glukosa & galaktosa
Usus halus
(Scanlon,2007)
4.      Mekanisme Tersedak
Sewaktu menelan, makanan dicegah masuk ke trakea dengan penutupan erat pita suara melintasi lubang laring / glottis. Pada waktu tersedak, pita suara belum merapat dengan erat dan pintu masuk glotis terbuka. Makanan masuk dengan reflex yang baik. (Kiyatno,2008)

5.      Mekanisme Keluarnya Air Liur
Terlihat → sel-sel conus dan sel basilus → reseptor saraf penglihatan → nervus opticus→ chiasma opticum → trancus opticus → lobus occipital→ nucleus-nucleusarea broadman nomor 17 ( centrum pengelihatan primer ) bergabung dengan nomor 18, 19 (centrum pengelihatan sekunder ) → neuron interneuron → membentuk sistem asosiasi →trancus descendens → nn. Craniales → aktivasi n. Faciales → ↑↑rangsangan terhadap glandulaparotis → ↑↑ prokduksi saliva → hipersaliva.
Tercium→sel epithel nasal→reseptor→n.olfaktorius → bulbus olfaktorius → ke cortex dan centrum pembau → neuron interneuron → membentuk sistem asosiasi → trancus descendens → nn. Craniales → aktivasi n. Faciales → ↑↑rangsangan terhadap glandulaparotis → ↑↑prokduksi saliva→ hipersaliva. ( www.wikepedia.com, 2008)


6.      Fungsi Makanan Bagi Tubuh
·         Kita memerluka makanan untuk :
a.       Memperoleh energy
b.      Pertumbuhan
c.       Memperbaiki sel – sel tubuh yang rusak
·         Agar tubuh sehat, makanna harus mengandung :
1.      Karbohidrat atau zat tepung : sumber energy
2.      Protein atau zat putih telur : bahan pembangun tubuh
3.      Lemak : sumber energy dan cadangan energy
4.      Mineral : pelindung dan pengatur
7.      Kandungan makanan yang dimakan Amir
a.       Nasi : karbohidrat
b.      Sayur lodeh :
-          Terong : protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor
-          Kacang panjang : galaktosida, reomidin, siamidin, niasin, Ca, Fe
-          Santan : lemak nabati
-          Cabai : vitamin C, A, piperin, palmatic acid, calvicin, dll
c.       Tahu : protein nabati
d.      Ikan gurame goreng : protein hewani, kolesterol
                                 ( www.mediastrore.com , 2008  )
















BAB III
PEMBAHASAN


A.      Skenario
Undangan Makan Siang

Pada hari Jumat siang, Amir pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat jumat. Di masjid ia bertemu dengan Hasan teman sekampungnya. Setelah selesai Sholat Jumat, Amir mengajak Hasan untuk mampir ke rumahnya. Ibu Amir menawari mereka makan siang karena beliau baru saja menggoreng ikan gurami dan membuat sambal kesukaan Amir.
Aroma ikan gurami goring sangat lezat sehingga mereka menjadi lapar dan membuat air liur Amir keluar lebih banyak. Kemudian mereka menyantap makanan yang telah dihidangkan oleh ibu Amir. Amir mengambil sepiring nasi, ikan gurami goreng, tahu, dan sambal yang banyak, ia tampak terburu – buru mengunyah dan langsung menelan makanan di dalam mulutnya sehingga akhirnya tersedak dan harus minum terlebih dahulu. Hasan tidak suka sambal, ia mengambil sepiring nasi, ikan gurami goreng, dan sayur lodeh. Hasan sangat menikmati makanannya, ia mengunyah makanan berulang – ulang dan baru menelannya setelah makanan menjadi lembut dan terbasahi oleh air liurnya. Setelah makan mereka minum dan mengobrol sembari makan jeruk di ruang tamu. Satu jam kemudian Hasan pamit untuk pulang.
Malam hari sebelum tidur, sekitar pukul 20.00 WIB, Amir merasakan perutnya sakit dan melilit. Amir segera pergi ke kamar mandi untuk buang air besar dan faeces Amir menjadi lebih encer dari biasanya.


B.       Fenomena :
1.         Aroma ikan gurame goreng sangat lezat sehingga mereka menjadi lapar dan membuat air liur Amir keluar lebih banyak.
2.         Amir mengambil sepiring nasi, ikan gurami goreng, tahu, dan sambal yang banyak, ia tampak terburu – buru mengunyah dan langsung menelan makanan di dalam mulutnya sehingga akhirnya tersedak dan harus minum terlebih dahulu.
3.         Hasan tidak suka sambal, ia mengambil sepiring nasi, ikan gurami goreng, dan sayur lodeh
4.         Hasan sangat menikmati makanannya, ia mengunyah makanan berulang – ulang dan baru menelannya setelah makanan menjadi lembut dan terbasahi oleh air liurnya.
5.         Setelah makan mereka minum dan mengobrol sembari makan jeruk.
6.         Sekitar pukul 20.00 WIB, Amir merasakan perutnya sakit dan melilit.
7.         Faeces Amir menjadi lebih encer dari biasanya.

             Aroma makanan sangat mempengaruhi  keluarnya kelenjar saliva, aroma ini merangsang sekresi kelenjar saliva secara berlebihan, biasanya aroma- aroma yang mengundang rasa lapar seperti aroma sambal maupun ikan yang digoreng.     
              Ada dua saluan makanan di tubuh kita yaitu esophagus sebagai saluran makanan mulut ke lambung dan trakea saluran udara dari mulut ke hidung. Di antara kedua saluran tersebut terdapat katub yang disebut epligotis, katub ini akan secara otomatis dan akurat menutup saluran udara saat kita menelan sesuatu. Katub akan membuka saat kita bernapas atau berbicara. Dalam kondisi tertentu bias terjadi makanan masuk ke saluran udara. Namun tubuh memiliki mekanisme yang menolak benda asing masuk ke saluran udara yaitu dengan mekanisme batuk ataupun tersedak.
Sakit perut yang diderita Amir juga dapat terjadi karena Amir makan jeruk. Suasana lambung adalah asam (HCl), ditambah lagi dengan jeruk yang juga bersifat asam sehingga suasana di lambung bertambah asam.
Kandungan zat capsaicin dalam sambal memacu hiperperistaltik di usus hingga terasa melilit. Hiperperistaltik menyebabkan proses pencernaan menjadi lebih cepat, mengakibatkan reabsorbsi air di colon tidak sempurna dan feses menjadi encer.
Feses normal berbentuk padat namun lunak, tidak berlendir, tidak berdarah, tidak mengandung cacing maupun telur cacing. Terdiri atas tiga perempat air dan seperempat bahan-bahan padat yang atas 30% bakteri mati, 10-20% lemak, 10-20 bahan inorganic, 2-3 % protein, 30% serat-serat makanan yang tidak dicerna dan unsur-unsur kering dan getah pencernaan seperti pigmen empedu dan sel-sel epitel yang terlepas. Wana coklat pada feses karena sternokobilin dan urobilin yang berasal dari bilirubin. Bau feses di sebabkan produk  kerja bakteri tergantung flora bakteri kolon masing-masing serta makanan yang dimakan. Bau ini meliputi indol, skatol, merkaptan, dan hydrogen sulfide. Biasanya feses tidak normal mengadung bakteri hidup, darah, lemak, lendir, fesesnya biasa lebih lunak dan mengandung unsur-usur lain














BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A.      Kesimpulan
1.      Pencernaan adalah memecah makromolekul ( kabohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air ) menjadi mikromolekul dengan bantuan enzim agar dapat diabsorpsi oleh pembuluh darah usus.
2.         Empat proses pencernaan dasar adalah motilitas, sekresi, pencernaan, dan penyerapan. Aktivitas pencernaan diatur secara cermat oleh mekanisme-mekanisme hormone dan saraf otonom (baik intrinsic maupun ekstrinsik).
3.         System digestivus, terdiri dari :
a.       Cavum oris
b.      Faring
c.       Esofagus
d.      Lambung
e.       Usus halus
f.       Usus besar
g.      Rektum
h.      Anus
4.      Saliva disekresikan oleh glandula parotis, glandula lingualis, dan glandula submaxxilaris.
5.      Lambung berfungsi sebagai tempat penampungan makanan sementara.
6.      Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung.
7.      Usus halus memiliki tiga bagian yaitu, usus dua belas jari (duodenum), usus tengah (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
8.      Usus besar terdiri atas usus buntu (appendiks), bagian yang menaik (ascending colon), bagian yang mendatar (transverse colon), bagian yang menurun (descending colon), dan berakhir pada anus.
9.      Kerja enzim sangat dipengaruhi oleh pH dan suhu. Pengaruh lainnya adalah kadar subtrat, oksidator, penggojokan dan penyinaran.
10.     Pencernaan dibantu juga oleh enzyme :
a.         Glandula salivariaà amylase
b.        Gaster à pepsin, HCl, rennin
c.         Hepar à garam empedu
d.        Pancreas à amylase, tripsin, lipase
e.         Intestinum tenue à peptidase, sukerase, maltase, lactase
11.  Tersedak adalah suatu reflex batuk karena masuknya makanan di saluran pernafasan.
12.  Perut sakit karena terjadi iritasi di lambung.
13.  Melilit terjadi karena adanya hiperperistaltik di usus, mengakibatkan feses encer.

B.       Saran
1.         Makanlah sesuai dengan kebutuhan tubuh, tidak berlebihan.
2.         Sebaiknya makan dengan perlahan-lahan sampai makanan dikunyah lembut.
3.         Makan dengan tenang jangan sambil berbicara.
4.         Makan sesudah lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.
5.         Makan dengan teratur.
6.         Perbanyak minum air putih.
7.         Biasakan buang air besar dengan teratur.







DAFTAR PUSTAKA

Almaitsier, Sunita. 2001. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Carneiro, Junquira., 2007. Histology dasar teks dan atlas. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC pp. 278-311
Departemen kesehatan RI. 1979. Daftar komposisi makanan. Jakarta : depkes.
Departemen kesehatan RI. 1984. Komposisi zat dan makanan. Jakarta : depkes.
Fakultas kedoteran Universitas Indonesia. 1992. Daftar analisis makanan. Jakarta : Universitas Indonesia.
Janquiera, luiz carloz., 2004. Histologi dasar, teks dan atlas, Ed. 10. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC. 369-387
Murray, Robert K., 1999. Biokimia harper. Jakarta : Penerbit kedokteran EGC pp. 307-315
Murray, Robert K., 1999. Biokimia harper. Jakarta : Penerbit kedokteran EGC pp. 648-667
Scanlon, Valerie C., 2007. Buku ajar anatomi dan fisiologi Ed.3. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC. 341-480
Sherwood, lauralee., 2001. Fisiologi manusia:dari sel ke system. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC pp. 537-589
Sloane, Ethel., 2003. Anatomi dasar. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC pp.281-295                                                                                                   Anonim. http :// : mediastore.com ( 3 Desember 2008 )                                 Anonim. http :// : wikipedia.com ( 3 Desember 2008 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar